Tren Futures Kripto Global Meningkat, Bittime Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko

Tren Futures Kripto Global Meningkat, Bittime Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko

Bittime Futures menawarkan 49 pasangan perdagangan, posisi long dan short, serta leverage hingga 25x. Seiring tren Futures kripto global, Bittime menekankan pentingnya manajemen risiko, pemahaman leverage, margin, dan likuidasi agar pengguna dapat bertransaksi secara lebih disiplin dan bertanggung jawab.

Perdagangan derivatif kripto menjadi bagian dari perkembangan ekosistem perdagangan aset digital global. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai perkembangan ini perlu diimbangi dengan pemahaman risiko yang memadai. Melalui ekosistem 3-in-1 yang mencakup Spot, Staking, dan Futures, Bittime menyediakan beragam pilihan layanan aset digital sesuai kebutuhan pengguna.

Aktivitas Derivatif di Pasar Global dan Indonesia

Menurut laporan CoinGlass mengenai pasar derivatif kripto 2025, volume perdagangan derivatif kripto mencapai sekitar US$85,7 triliun sepanjang 2025. Sementara itu, untuk semester pertama 2026 mencatat volume sebesar US$35,08 triliun, turun 15,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di Indonesia, data OJK untuk Agustus 2026 menunjukkan nilai transaksi derivatif aset keuangan digital mencapai Rp4,56 triliun, meningkat 33,76% dibandingkan Juli 2026 sebesar Rp3,41 triliun. Perkembangan ini menunjukkan dinamika aktivitas perdagangan derivatif di pasar domestik, meskipun nilai transaksi dapat berubah mengikuti kondisi pasar.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menilai pemahaman terhadap karakteristik instrumen menjadi hal penting sebelum pengguna menentukan strategi.

“Perdagangan derivatif menjadi bagian dari ekosistem aset digital global. Namun, pengguna perlu memahami mekanisme produk, potensi keuntungan, dan risiko yang menyertainya. Keputusan perdagangan sebaiknya didasarkan pada strategi yang matang, bukan sekadar mengikuti momentum pasar,” ujar Ryan.

Memahami Leverage dan Risiko Likuidasi

Dalam perdagangan Futures, trader dapat mengambil posisi long ketika memperkirakan harga akan naik atau short ketika memperkirakan harga akan turun. Namun, fleksibilitas ini tidak menjamin keuntungan.

Risiko perlu diperhatikan ketika menggunakan leverage, yang memungkinkan pembukaan posisi dengan nilai lebih besar daripada margin yang disediakan. Leverage dapat memperbesar keuntungan sekaligus kerugian. Jika ekuitas akun tidak memenuhi persyaratan margin, posisi juga berisiko mengalami likuidasi.

Commodity Futures Trading Commission (CFTC) mengingatkan bahwa leverage dapat memperbesar dampak pergerakan harga terhadap posisi perdagangan.

“Trader perlu memahami cara kerja leverage, persyaratan margin, dan kondisi yang dapat memicu likuidasi. Menentukan batas risiko sebelum membuka posisi merupakan langkah penting agar keputusan perdagangan lebih terukur,” kata Ryan.

Untuk mengelola risiko, trader perlu menentukan batas kerugian, menggunakan leverage sesuai toleransi risiko, memahami mekanisme margin, dan menyusun rencana keluar dari posisi. Langkah tersebut tidak menghilangkan risiko, tetapi dapat membantu pengguna mengambil keputusan secara lebih disiplin.

Bittime Futures Menawarkan Pilihan Strategi Perdagangan

Sebagai bagian dari ekosistem 3-in-1, Bittime Futures menawarkan 49 pasangan perdagangan, pilihan posisi long dan short, leverage hingga 25x, serta opsi Cross dan Isolated Margin.

Pada Cross Margin, saldo margin digunakan bersama untuk posisi terkait. Sementara itu, Isolated Margin mengalokasikan margin secara terpisah untuk posisi tertentu. Keduanya memiliki karakteristik risiko yang perlu dipahami sebelum digunakan.

Ryan menegaskan bahwa pemilihan instrumen perlu disertai pemahaman terhadap mekanisme produk dan pengelolaan risiko.

“Melalui layanan Spot, Staking, dan Futures, kami menyediakan pilihan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Khusus Futures, kami mendorong pengguna untuk memahami mekanisme produk dan menyiapkan strategi manajemen risiko sebelum bertransaksi. Fleksibilitas dalam mengambil posisi perlu berjalan seiring dengan disiplin dan tanggung jawab,” tutup Ryan.

Dengan semakin beragamnya instrumen aset digital, pemahaman terhadap mekanisme dan risiko setiap produk menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan bertransaksi yang bertanggung jawab.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES