Harga Minyak Pekan Depan Berpeluang Bullish, Risiko Pasokan Timur Tengah Jadi Sorotan

Harga Minyak Pekan Depan Berpeluang Bullish, Risiko Pasokan Timur Tengah Jadi Sorotan

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpeluang mempertahankan momentum penguatan pada pekan depan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan WTI pada timeframe Daily masih menunjukkan kecenderungan bullish selama harga bertahan di atas zona support US$95,23–US$97,70. Jika momentum kenaikan berlanjut, harga berpotensi menguji resistance berikutnya di US$104,15–US$106,62.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai bahwa zona US$95,23–US$97,70 menjadi area teknikal penting untuk mempertahankan prospek penguatan minyak mentah. Selama harga mampu bertahan di atas rentang support tersebut, peluang kelanjutan tren bullish masih terbuka. Sebaliknya, apabila tekanan jual meningkat dan harga menembus zona support, skenario kenaikan perlu dievaluasi kembali.

Dalam analisis Dupoin Futures, rentang US$104,15–US$106,62 menjadi area resistance yang perlu diperhatikan jika WTI melanjutkan penguatan. Pergerakan menuju zona tersebut akan bergantung pada kemampuan harga mempertahankan momentum beli serta dukungan sentimen fundamental. Dengan demikian, respons harga di sekitar support dan perkembangan risiko pasokan menjadi dua faktor penting dalam menilai prospek minyak pada pekan mendatang.

Dari sisi fundamental, risiko gangguan pasokan di Timur Tengah masih menjadi salah satu faktor yang berpotensi menopang harga minyak. Berdasarkan rangkuman Reuters, serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah target di Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap keamanan infrastruktur energi dan kelancaran distribusi minyak di kawasan tersebut. Jika eskalasi konflik mengancam fasilitas produksi atau jalur distribusi, pasar dapat memperhitungkan risiko berkurangnya pasokan yang tersedia.

Selain ketegangan di Timur Tengah, gangguan produksi di Libya turut menambah perhatian terhadap kondisi pasokan global. Ketika produksi dari sejumlah negara terganggu secara bersamaan, keseimbangan antara pasokan dan permintaan dapat semakin ketat. Kondisi tersebut berpotensi memberikan dukungan terhadap WTI, terutama jika kebutuhan energi tetap kuat dan pasokan pengganti belum mampu menutup kekurangan yang terjadi.

Ketidakpastian pasokan Rusia akibat sanksi dan konflik geopolitik juga menjadi faktor yang perlu dipantau. Perubahan kebijakan, hambatan ekspor, maupun gangguan distribusi dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap ketersediaan minyak mentah. Menurut skenario fundamental yang dirangkum Reuters, tingginya risiko gangguan pasokan dapat membantu mempertahankan sentimen bullish selama belum terdapat perkembangan yang secara signifikan meredakan kekhawatiran tersebut.

Meski demikian, kenaikan harga minyak tidak berlangsung tanpa risiko. Kemajuan diplomasi yang menurunkan ketegangan geopolitik dapat mengurangi premi risiko yang tercermin dalam harga. Selain itu, pelemahan permintaan global berpotensi menekan prospek konsumsi energi dan membatasi penguatan WTI. Data persediaan minyak mentah Amerika Serikat juga menjadi perhatian karena dapat memberikan gambaran mengenai keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar utama.

Dupoin Futures melihat bahwa prospek harga WTI pekan depan masih cenderung positif selama harga bertahan di atas support US$95,23–US$97,70. Resistance US$104,15–US$106,62 menjadi sasaran teknikal yang perlu dicermati apabila penguatan berlanjut. Namun, perkembangan konflik Timur Tengah, keamanan jalur pelayaran, gangguan produksi Libya, ketidakpastian pasokan Rusia, dan data persediaan minyak AS tetap dapat memengaruhi arah pergerakan.

Dengan demikian, prediksi WTI pekan depan menurut analisis Dupoin Futures masih membuka peluang kelanjutan tren bullish, dengan risiko koreksi apabila sentimen pasokan mereda atau permintaan melemah. Analisis ini merupakan skenario berdasarkan kondisi teknikal dan fundamental, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES