AsetKu Perkuat Transformasi Digital HR dan Pengembangan Talenta untuk Dukung Pertumbuhan Bisnis

AsetKu Perkuat Transformasi Digital HR dan Pengembangan Talenta untuk Dukung Pertumbuhan Bisnis

Jakarta, 23 Oktober 2026. Transformasi digital di industri teknologi finansial (fintech) tidak hanya berkaitan dengan pengembangan produk dan layanan keuangan, tetapi juga dengan kesiapan sumber daya manusia di baliknya. Seiring dengan perubahan kebutuhan bisnis dan perkembangan teknologi, pengelolaan talenta menjadi salah satu aspek penting dalam membangun organisasi yang adaptif dan berkelanjutan.

AsetKu, platform fintech lending yang dioperasikan oleh PT Pintar Inovasi Digital (PID) dan merupakan bagian dari ekosistem Akulaku Group, terus memperkuat strategi human capital melalui digitalisasi proses pengelolaan sumber daya manusia (SDM), pengembangan kompetensi karyawan, serta peningkatan pengalaman kerja untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Pendekatan tersebut menempatkan fungsi human capital tidak lagi sebatas pengelolaan administrasi kepegawaian, tetapi juga sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk membangun organisasi yang lebih efisien, responsif, dan siap menghadapi perubahan industri.

Dalam implementasinya, AsetKu memfokuskan pengembangan human capital pada tiga pilar utama, yakni digitalisasi proses HR, pengembangan kompetensi karyawan berbasis kebutuhan, serta penciptaan lingkungan kerja yang adaptif dan berorientasi pada karyawan 

Pengakuan atas Komitmen Human Capital

Komitmen tersebut turut mendapat pengakuan melalui TOP HUMAN CAPITAL Awards 2026, di mana PT Pintar Inovasi Digital (AsetKu) meraih penghargaan TOP HUMAN CAPITAL Awards 2026 #4 Stars. Pada ajang yang sama, Bapak Kokko Vira Cattaka, Chief Executive Officer PT Pintar Inovasi Digital (AsetKu), menerima penghargaan The Most Committed Human Capital Leader 2026. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen perusahaan dan kepemimpinan dalam penguatan human capital.

Dalam implementasinya, AsetKu memfokuskan pengembangan human capital pada tiga pilar utama, yakni digitalisasi proses HR, pengembangan kompetensi karyawan berbasis kebutuhan, serta penciptaan lingkungan kerja yang adaptif dan berorientasi pada karyawan.

Digitalisasi HR untuk Proses Kerja yang Efisien dan Terintegrasi

Salah satu langkah yang ditempuh AsetKu adalah memperkuat pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan SDM melalui sistem HRIS (Human Resources Information System) dan sistem alur kerja digital (digital workflow).

Pemanfaatan teknologi ini mencakup berbagai aktivitas operasional mulai dari pengelolaan data karyawan, pencatatan kehadiran, proses persetujuan internal, hingga administrasi penggantian biaya (reimbursement) dan berbagai administrasi lainnya.

Melalui integrasi tersebut, AsetKu berupaya menyederhanakan proses administratif sekaligus meningkatkan konsistensi dan keterlacakan informasi dalam pengelolaan SDM. Digitalisasi juga diharapkan dapat membantu tim human capital mengalokasikan lebih banyak perhatian pada inisiatif strategis terkait pengembangan karyawan.

Di sisi lain, transformasi digital HR turut diimbangi dengan penguatan tata kelola internal. AsetKu menerapkan mekanisme persetujuan berjenjang untuk perubahan data dan transaksi terkait human capital, serta prosedur operasional standar (SOP) yang menjadi acuan dalam menjalankan proses administrasi kepegawaian.

Pendekatan ini mencerminkan upaya perusahaan untuk memastikan bahwa pemanfaatan teknologi tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga didukung oleh proses kerja yang terstruktur dan akuntabel.

Pengembangan Talenta yang Selaras dengan Kebutuhan Bisnis

Selain digitalisasi sistem, AsetKu menempatkan pengembangan kompetensi karyawan sebagai bagian penting dari strategi transformasi human capital. Melalui pendekatan Need-Based Learning & Capability Development, perusahaan berupaya menyelaraskan program pengembangan karyawan dengan kebutuhan aktual organisasi maupun kompetensi individu.

Pendekatan tersebut diarahkan agar kegiatan pembelajaran tidak sekadar menjadi agenda pelatihan rutin, melainkan dapat mendukung peningkatan kemampuan yang relevan dengan pekerjaan dan perkembangan industri fintech.

Di tengah perubahan teknologi dan dinamika industri jasa keuangan digital, kemampuan karyawan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi semakin penting. Karena itu, pengembangan talenta perlu berjalan seiring dengan perubahan kebutuhan bisnis agar organisasi dapat mempertahankan kesiapan sumber daya manusianya dalam jangka panjang.

Bagi AsetKu, investasi dalam pengembangan karyawan merupakan bagian dari upaya membangun fondasi organisasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus mendukung kualitas operasional perusahaan.

Membangun Pengalaman Karyawan yang Lebih Adaptif

Pilar berikutnya berfokus pada penciptaan lingkungan kerja yang menempatkan kebutuhan dan pengalaman karyawan sebagai salah satu pertimbangan dalam pengelolaan organisasi. Melalui pendekatan Employee-Centered & Adaptive Workplace, AsetKu berupaya membangun lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan, komunikasi internal, fleksibilitas, serta produktivitas karyawan.

Fokus ini mencerminkan pentingnya pengalaman karyawan (employee experience) dalam strategi pengelolaan SDM modern. Di tengah perubahan pola kerja dan meningkatnya kebutuhan akan keterampilan digital, perusahaan perlu memperhatikan tidak hanya bagaimana karyawan bekerja, tetapi juga bagaimana mereka memperoleh dukungan untuk berkembang.

Dengan mengintegrasikan aspek teknologi, pengembangan kompetensi, dan pengalaman karyawan, AsetKu berupaya menciptakan pengelolaan human capital yang lebih menyeluruh dan relevan dengan kebutuhan organisasi.

Transformasi Human Capital sebagai Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan

Bagi perusahaan fintech, transformasi digital membutuhkan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan kesiapan sumber daya manusia. Sistem yang semakin terintegrasi perlu didukung oleh karyawan dengan kompetensi yang relevan, proses kerja yang terstruktur, serta lingkungan organisasi yang mampu beradaptasi terhadap perubahan.

Melalui tiga pilar transformasi human capital tersebut, AsetKu terus memperkuat fondasi internal perusahaan untuk mendukung pengembangan bisnis secara berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen PT Pintar Inovasi Digital dalam mengembangkan kapabilitas organisasi dan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari ekosistem Akulaku Group di Indonesia.

Dengan menempatkan karyawan sebagai bagian penting dari transformasi bisnis, AsetKu berupaya memastikan bahwa perkembangan teknologi dapat berjalan beriringan dengan penguatan talenta, tata kelola, dan pengalaman kerja di lingkungan perusahaan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES