BINUS UNIVERSITY Konsisten Cetak Talenta Game Developer, Mahasiswa Game Application and Technology Tampil di Dua Ajang Bergengsi
Di tengah dinamika industri kreatif yang terus berkembang, kesiapan mahasiswa untuk menghadapi dunia profesional menjadi aspek penting dalam pendidikan tinggi. Tidak cukup hanya menguasai teori di ruang kelas, mahasiswa dituntut untuk terlibat langsung dalam praktik industri, mengasah keterampilan teknis, kreativitas, serta kemampuan berjejaring sejak masa perkuliahan. Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University secara konsisten mendorong mahasiswa untuk memperoleh pengalaman nyata melalui berbagai program pengembangan, salah satunya dengan keikutsertaan dalam ajang industri berskala nasional dan internasional.
Komitmen ini kembali membuahkan hasil melalui prestasi mahasiswa Program Game Application & Technology (GAT), School of Computer Science, BINUS University, yang tampil sebagai Selected Exhibitors di dua ajang bergengsi industri game, yaitu Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025 di Bali pada 9–11 Oktober 2025 dan PAX Australia (PAX AUS) 2025 di Melbourne pada 10–12 Oktober 2025. Keikutsertaan ini menjadi bukti nyata bahwa karya mahasiswa BINUS University mampu bersaing dan diapresiasi dalam ekosistem industri game yang kompetitif.
IGDX merupakan program tahunan dan inkubasi industri game nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI). Kegiatan ini mempertemukan developer, publisher, investor, serta talenta dari industri dan akademik melalui rangkaian konferensi, business matching, inkubasi, dan program pengembangan karier. Pada ajang IGDX 2025, mahasiswa GAT yang tergabung dalam LOGIC (Lab of Game Incubation Center) BINUS University—George Mercedes Junior Suitela (Luminote Mio), Marcelino Kevin Nanda Candrabagaskara (Silent Trip), serta Bryan Kurniawan (Project Heist)—berhasil terpilih sebagai studio exhibitor melalui proses seleksi yang kompetitif, bersaing langsung dengan studio-studio profesional dari industri game nasional.
Kehadiran mahasiswa BINUS University di IGDX tidak hanya menjadi sarana pamer karya, tetapi juga ruang strategis untuk validasi produk di pasar nyata, membangun relasi dengan publisher dan investor, serta memahami standar industri game secara langsung. Hal ini menegaskan peran LOGIC sebagai ekosistem inkubasi yang menjembatani pembelajaran akademik dengan kebutuhan industri game nasional.
Sementara itu, di tingkat internasional, mahasiswa BINUS University kembali mencatatkan prestasi melalui keikutsertaan David Drago dan Justin Tjokro sebagai exhibitor di PAX AUS 2025. PAX (Penny Arcade Expo) merupakan perayaan global dunia game dan budaya game yang menghadirkan panel inspiratif, hall pameran berskala besar berisi publisher terkemuka dan studio independen, demo game, turnamen, serta pengalaman komunitas yang komprehensif. Diselenggarakan selama tiga hari penuh, PAX menjadi ruang pertemuan komunitas global untuk berinteraksi langsung dengan pengembang, penerbit, dan pelaku industri game dunia.
Partisipasi mahasiswa BINUS University di PAX AUS 2025 diraih melalui prestasi Excellence in International Award pada GameXcellence Award 2025, yang mengantarkan karya mereka ke panggung internasional. Capaian ini menegaskan bahwa mahasiswa BINUS University tidak hanya mampu berkompetisi di tingkat nasional, tetapi juga memiliki daya saing dan relevansi di pasar global.
Prestasi mahasiswa ini tidak terlepas dari bimbingan dan pendampingan akademik yang berkelanjutan. Dimas Ramdhan, S.Kom., M.Kom., selaku dosen pembimbing, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pameran industri merupakan bagian penting dari proses pembelajaran. “Melalui ajang seperti IGDX dan PAX AUS, mahasiswa belajar memahami standar industri secara langsung—mulai dari kualitas produk, cara mempresentasikan karya, hingga membangun jejaring profesional. Ini adalah pengalaman yang tidak tergantikan di ruang kelas,” ujarnya. Selama kegiatan, mahasiswa juga mendapatkan pendampingan dari Thomas Galih Satria, S.Kom., M.TI., untuk memastikan kesiapan teknis dan profesionalisme mereka di setiap tahap.
BINUS University mengapresiasi pencapaian ini sebagai wujud keberhasilan sinergi antara pendidikan akademik dan kebutuhan industri. Ke depan, BINUS University berharap pengalaman ini dapat menjadi fondasi kuat bagi mahasiswa untuk memasuki dunia profesional, sekaligus menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani membawa karya mereka ke panggung yang lebih luas. Melalui Program Game Application & Technology dan ekosistem LOGIC, BINUS University berkomitmen untuk terus menghadirkan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan berorientasi global dalam menyiapkan talenta game developer Indonesia yang unggul dan berdaya saing tinggi.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES