{"id":44040,"date":"2026-05-07T12:01:50","date_gmt":"2026-05-07T03:01:50","guid":{"rendered":"https:\/\/seadaily.biz\/?p=44040"},"modified":"2026-05-07T12:01:50","modified_gmt":"2026-05-07T03:01:50","slug":"fenomena-tarif-baja-melebihi-harga-bukti-distorsi-pasar-baja-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seadaily.biz\/?p=44040","title":{"rendered":"Fenomena Tarif Baja Melebihi Harga: Bukti Distorsi Pasar Baja Global"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, 7 Mei 2026 &#8211; Kebijakan pemerintah Brasil yang menetapkan bea anti-dumping hingga US$670 per ton terhadap sejumlah produk baja asal Tiongkok menegaskan bahwa perlindungan industri baja domestik kini menjadi langkah strategis di tengah tekanan baja murah di pasar global.<\/p>\n<p>Kebijakan tersebut dinilai sebagai respons tegas terhadap lonjakan impor<br \/>\nyang menggerus pasar domestik dan menekan kinerja industri baja nasional.<\/p>\n<p><b>Pentingnya<br \/>\nKetahanan Industri Baja Nasional<\/b>\u00a0<\/p>\n<p>Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk\/Krakatau<br \/>\nSteel Group, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa dinamika global tersebut<br \/>\nmenunjukkan pentingnya menjaga ketahanan industri baja nasional.<\/p>\n<p>\u201cKrakatau Steel mendukung penguatan industri baja<br \/>\nnasional agar tetap menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur dan<br \/>\nmanufaktur Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo<br \/>\nSubianto dalam memperkuat kemandirian industri strategis nasional,\u201d ujar Dr.<br \/>\nAkbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron &amp; Steel<br \/>\nIndustry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi Logistik &amp; Forwarder<br \/>\nIndonesia (ALFI\/ILFA).<\/p>\n<p>Sebagai produsen baja terbesar di Indonesia, Krakatau<br \/>\nSteel terus menjalankan transformasi <b><i>KS Reborn<\/i><\/b> untuk meningkatkan daya<br \/>\nsaing dan memastikan keberlanjutan industri baja nasional.<\/p>\n<p><b>Tarif<br \/>\nTinggi untuk Koreksi Distorsi Harga<\/b><\/p>\n<p>Pengamat Industri Baja dan Pertambangan Widodo<br \/>\nSetiadharmaji, Steel &amp; Mining Insights menjelaskan bahwa dalam dua tahun<br \/>\nterakhir Brasil menghadapi lonjakan signifikan impor baja canai yang mencapai<br \/>\nsekitar 5,4 juta ton hingga November 2025, jauh di atas rata-rata historis<br \/>\nsekitar 2,2 juta ton per tahun. Sebagian besar impor tersebut berasal dari<br \/>\nTiongkok dengan pangsa lebih dari 60%.<\/p>\n<p>\u201cLonjakan impor dengan harga agresif tersebut menekan<br \/>\nindustri domestik, mulai dari penghentian operasi blast furnace, pengurangan<br \/>\ntenaga kerja, hingga pembekuan investasi di sektor baja,\u201d ujar Widodo.<\/p>\n<p>Sebagai respons, pemerintah Brasil memperketat kebijakan<br \/>\nimpor dan pada Februari 2026 menetapkan bea <i>anti-dumping<\/i><br \/>\nterhadap produk cold rolled coil (CRC) dan hot-dip galvanized (HDG) asal<br \/>\nTiongkok dengan besaran hingga US$670 per ton untuk periode lima tahun.<\/p>\n<p>Menurut Widodo, besaran tarif tersebut menunjukkan bahwa<br \/>\nkoreksi kebijakan dapat dilakukan pada skala besar ketika distorsi harga akibat<br \/>\npraktik <i>dumping<\/i> dianggap merugikan<br \/>\nindustri nasional. Jika dibandingkan dengan harga referensi baja Tiongkok<br \/>\nsekitar US$454 per ton pada akhir 2025, maka bea tersebut secara nominal bahkan<br \/>\nmelampaui harga produknya sendiri.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/3743386b-99f7-4ecd-a29b-1bd216427c99\/1a2c268d-51cd-4bf1-86ab-83e8f7da3a48\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 7 Mei 2026 &#8211; Kebijakan pemerintah Brasil yang menetapkan bea anti-dumping hingga US$670 per&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":44041,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-44040","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44040","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=44040"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/44040\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/44041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=44040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=44040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=44040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}