{"id":43057,"date":"2026-04-17T14:01:49","date_gmt":"2026-04-17T05:01:49","guid":{"rendered":"https:\/\/seadaily.biz\/?p=43057"},"modified":"2026-04-17T14:01:49","modified_gmt":"2026-04-17T05:01:49","slug":"ekspansi-ke-pasar-jepang-sucofindo-perkuat-rantai-pasok-biomassa-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seadaily.biz\/?p=43057","title":{"rendered":"Ekspansi ke Pasar Jepang, SUCOFINDO Perkuat Rantai Pasok Biomassa Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, (17\/4) \u2013 PT SUCOFINDO (PERSERO) menegaskan komitmennya sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC) dalam mendukung perdagangan biomassa berkelanjutan antara Indonesia dan Jepang melalui partisipasi aktif dalam Business Forum on Palm Biomass Collaboration Japan\u2013Indonesia di acara International Biomass Expo 2026, Tokyo. Forum dihadiri oleh 100 orang yang terdiri dari para pengusaha power plant sebagai pengguna biomassa dan trader of biomass. <\/p>\n<p>Dalam forum tersebut, Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna sebagai narasumber menyoroti pentingnya peran TIC dalam memastikan kualitas, keberlanjutan, dan transparansi rantai pasok biomassa, khususnya untuk memenuhi kebutuhan energi rendah karbon di Jepang yang terus meningkat. <\/p>\n<p>\u201cSebagai negara yang sedang mempercepat transisi menuju energi rendah karbon, Jepang membutuhkan pasokan biomassa yang tidak hanya stabil, tetapi juga terverifikasi secara kualitas dan keberlanjutannya. Di sinilah peran SUCOFINDO sebagai lembaga TIC menjadi sangat krusial,\u201d ujar Sandry Pasambuna. <\/p>\n<p>Menurutnya, Indonesia sendiri memiliki potensi biomassa yang besar, khususnya dari limbah kelapa sawit seperti Palm Kernel Shell (PKS), Empty Fruit Bunch (EFB), dan serat sawit, yang memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan, biaya kompetitif, serta kedekatan geografis dengan Jepang. Namun, kepercayaan terhadap kualitas dan keberlanjutan produk menjadi fondasi utama dalam memastikan kelancaran perdangan biomassa di pasar global. Tanpa sistem pengujian dan verifikasi yang andal, berbagai risiko seperti ketidaksesuaian spesifikasi, sengketa kualitas, hingga kurangnya bukti keberlanjutan dapat terjadi.<\/p>\n<p>\u201cMelalui layanan TIC, SUCOFINDO memastikan setiap produk biomassa yang diekspor telah melalui proses pengujian laboratorium dan inspeksi independen, mencakup parameter penting seperti kadar air, nilai kalor, kandungan sulfur, hingga kadar abu. Hal ini memberikan jaminan kualitas sekaligus meningkatkan kepercayaan bagi pembeli global,\u201d jelas Sandry Pasambuna.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, PT SUCOFINDO (PERSERO) juga berkomitmen untuk memperkuat rantai pasok biomassa dari hulu ke hilir dengan layanan terintegrasi di sektor kelapa sawit, mulai dari pengujian laboratorium Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya, Pre-shipment inspection untuk ekspor CPO dan produk sawit, Sertifikasi Green Gold Label (GGL) yang menjamin ketertelusuran (traceability), hingga penelusuran rantai pasok yang memastikan kualitas, kepatuhan, dan keberlanjutan produk. PT SUCOFINDO (PERSERO) juga telah bekerja sama dengan Japan Quality Assurance Organization (JQA) untuk turut memberikan pendampingan dan solusi strategis bagi pelaku industri dalam memenuhi persyaratan pasar global, termasuk untuk pengembangan biomassa sebagai sumber energi terbarukan. <\/p>\n<p>\u201cMelalui berbagai layanan tersebut, SUCOFINDO berkomitmen memperkuat daya saing produk sawit Indonesia sekaligus menjadi mitra terpercaya dalam mendorong perdagangan yang transparan, berkelanjutan, dan bernilai tambah,\u201d tutup Sandry Pasambuna.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/8c587943-2136-4911-8115-91a603ecbb53\/7dbd29b3-d5fd-4988-81b6-993b9c34f994\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, (17\/4) \u2013 PT SUCOFINDO (PERSERO) menegaskan komitmennya sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC)&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":43058,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-43057","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43057","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=43057"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43057\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/43058"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=43057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=43057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=43057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}