{"id":40420,"date":"2026-02-18T03:01:36","date_gmt":"2026-02-17T18:01:36","guid":{"rendered":"https:\/\/seadaily.biz\/?p=40420"},"modified":"2026-02-18T03:01:36","modified_gmt":"2026-02-17T18:01:36","slug":"saat-brand-lain-bakar-budget-her-assets-society-semarang-bangun-sistem-mini-konsorsium","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seadaily.biz\/?p=40420","title":{"rendered":"Saat Brand Lain Bakar Budget, Her Assets Society Semarang Bangun Sistem Mini Konsorsium"},"content":{"rendered":"<p>Dalam dunia bisnis, bahkan konglomerat membangun group dan holding untuk memperbesar skala, memperkuat sistem, dan mengamankan pertumbuhan jangka panjang. Bisnis besar tidak berjalan sendiri.<\/p>\n<p>Di tengah tingginya biaya KOL, mahalnya exposure digital, serta kompetisi pasar yang semakin padat, womenpreneur pun membutuhkan ekosistem. Her Assets Society hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut.<\/p>\n<h2>Her Assets Society Resmi Diluncurkan 14 Februari 2026: Ekosistem Profesional Womenpreneur yang Terstruktur dan Terkurasi<\/h2>\n<p>Semarang, 14 Februari 2026 \u2013<br \/>\nHer Assets Society resmi diluncurkan dalam acara Business Lounge pada 14 Februari 2026, bertepatan dengan momentum Tahun Kuda yang melambangkan keberanian, kecepatan, dan akselerasi pertumbuhan.<\/p>\n<p>Dipimpin oleh Sharon Dwidjoatmodjo, Director Community Her Assets Society yang juga mewakili PT Muvin Group Indonesia (jasa otomotif), komunitas ini hadir sebagai ekosistem profesional bagi perempuan pemilik bisnis yang serius membangun aset dan legacy jangka panjang.<\/p>\n<p>Di usia 30 tahun, Sharon (paling ujung kanan) berhasil membawa Her Assets Society menjangkau lintas usia, lintas bidang industri, dan lintas kota mulai dari Semarang, Jakarta, Yogyakarta hingga Salatiga. Awalnya dirancang berbasis distrik di Semarang, namun permintaan dari luar kota menunjukkan bahwa kebutuhan akan ekosistem bisnis perempuan yang strategis bersifat lebih luas.<\/p>\n<h2>Berbeda dari Komunitas yang Sudah Ada<\/h2>\n<p>Her Assets Society tidak hadir untuk bersaing dengan komunitas yang sudah existing, melainkan untuk melengkapi.<\/p>\n<p>Jika banyak komunitas berfokus pada networking dan sharing, Her Assets Society melakukan hilirisasi atas setiap aset yang dimiliki anggotanya baik brand, jaringan, keahlian, maupun reputasi agar dapat diolah menjadi legacy secara holistik.<\/p>\n<p>Pendekatan yang diterapkan mencakup:<\/p>\n<p>Penguatan positioning bisnis<\/p>\n<p>&#8211; Sistem kolaborasi yang terstruktur<\/p>\n<p>&#8211; Optimalisasi visibilitas brand<\/p>\n<p>&#8211; Strategi marketing kolektif<\/p>\n<p>&#8211; Pembangunan nilai jangka panjang<\/p>\n<p>Awalnya, Her Assets Society dirancang berbasis distrik di Semarang sebagai ruang terkurasi bagi business owner perempuan. Namun dalam waktu singkat, permintaan keanggotaan datang dari Jakarta, Yogyakarta, hingga Salatiga. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan ekosistem bisnis perempuan yang strategis bersifat nasional, bukan hanya lokal.<\/p>\n<h2>Profesional, Bukan Sekadar Dagang<\/h2>\n<p>Dengan positioning sebagai The Professional Womenpreneur Society, Her Assets Society menegaskan standar profesionalitas.<\/p>\n<p>Yang dihadirkan bukan sekadar pelaku usaha yang ingin berjualan, tetapi perempuan yang serius membangun bisnis.<\/p>\n<p>Profesional berarti:<\/p>\n<p>&#8211; Memiliki visi dan arah bisnis<\/p>\n<p>&#8211; Siap berdiskusi strategis<\/p>\n<p>&#8211; Berpakaian rapi dan representatif sebagai business owner<\/p>\n<p>&#8211; Menghargai etika dan standar komunitas<\/p>\n<p>Karena citra dan sikap adalah bagian dari aset bisnis itu sendiri.<\/p>\n<h2>Terkurasi dan Berdampak<\/h2>\n<p>Her Assets Society tidak dirancang untuk menjadi komunitas dengan jumlah anggota besar.<\/p>\n<p>Fokusnya adalah dampak.<\/p>\n<p>Keanggotaan dilakukan secara terkurasi, dengan prinsip bahwa dalam setiap distrik (kecamatan), tidak diperkenankan adanya kompetitor langsung di dalam ekosistem yang sama.<\/p>\n<p>Tujuannya adalah menciptakan kolaborasi, bukan kompetisi internal.<\/p>\n<p>Dengan model ini, setiap anggota memiliki ruang tumbuh yang sehat, posisi yang jelas, serta dukungan ekosistem yang kuat di wilayahnya masing-masing.<\/p>\n<h2>Ekosistem untuk Mengurangi Beban Marketing<\/h2>\n<p>Menjawab tingginya biaya KOL dan promosi digital, Her Assets Society menghadirkan:<\/p>\n<p>Membership Campaign<br \/>\nSistem promosi terintegrasi berbasis anggota untuk meningkatkan visibilitas.<\/p>\n<p>Collaborative Campaign<br \/>\nKolaborasi lintas brand untuk memperluas market reach sekaligus menekan biaya marketing individual.<\/p>\n<h2>Struktur Keanggotaan Her Assets Society<\/h2>\n<p>Untuk menjaga sistem tetap terkurasi dan berdampak, Her Assets Society memiliki tiga lapisan keanggotaan:<\/p>\n<h3>\ud83d\udd39 The Contributor<\/h3>\n<p>Anggota yang tidak wajib memiliki bisnis, namun berperan sebagai pendukung ekosistem.<br \/>\nMereka dapat berkontribusi melalui jaringan, keahlian, insight, atau dukungan kolaboratif dalam campaign komunitas.<\/p>\n<h3>\ud83d\udd39 Activate Member<\/h3>\n<p>Perempuan pemilik bisnis yang aktif membangun brand dan terlibat dalam Membership Campaign.<br \/>\nMereka adalah pelaku usaha yang ingin meningkatkan positioning dan visibilitas secara strategis.<\/p>\n<h3>\ud83d\udd39 Lead Committee (Level Kecamatan\/Distrik)<\/h3>\n<p>Perwakilan terkurasi di setiap kecamatan yang memegang peran koordinatif dan strategis.<br \/>\nStruktur ini memastikan tidak ada kompetitor langsung dalam satu distrik, sehingga kolaborasi lebih sehat dan terarah.<\/p>\n<p>Dengan sistem ini, Her Assets Society tidak hanya membangun komunitas, tetapi membangun ekosistem yang saling menguatkan.<\/p>\n<p>Karena di era saat ini, promosi bukan lagi soal siapa yang paling vocal berbicara tetapi siapa yang memiliki sistem dan jaringan yang tepat.<\/p>\n<h3>Member Lintas Kota &amp; Lintas Industri<\/h3>\n<p>Sejak peluncurannya, Her Assets Society telah menghimpun member dari berbagai kota dan sektor, di antaranya:<\/p>\n<p>1.\u00a0 SKYEATS &#8211; PT. Kolaborasi Berkat Bangsa -Inike Rahmawati (Jakarta)<\/p>\n<p>2. D&#8217;Parcelin &#8211; PT. Parcelin Creative Indonesia \u2013 Prahendita Putri Prasetyani (Semarang)<\/p>\n<p>3. Aresty Bakes &#8211; PT. Aspirasi Karya Aresty &#8211; Aresty Amalia Andini (Yogyakarta)<\/p>\n<p>4. PT. Akuratdata Cendekiatama Elspertia Solusindo \u2013 Fanny Magdalena (Jakarta)<\/p>\n<p>5. Jenny Widjaja \u2013 Konsultan Pajak (Jakarta)<\/p>\n<p>6. Ris Seafood \u2013 Mariska Triandaruni (Semarang)<\/p>\n<p>7. Yayasan Meira Visi Persada \u2013 Meida Rachmawati (Salatiga)<\/p>\n<p>8. Momotaro &#8211; CV. Makan Minum Mantab \u2013 Kristi Delasia (Semarang)<\/p>\n<p>Keberagaman ini menunjukkan bahwa Her Assets Society bukan komunitas sektoral, melainkan ruang strategis bagi perempuan pemilik bisnis yang ingin membangun aset, pertumbuhan, dan legacy.<\/p>\n<p>Menurut Sharon Dwidjoatmodjo:<\/p>\n<p>\u201cJika bisnis besar membangun group untuk memperkuat posisi, maka womenpreneur juga perlu membangun ekosistem. Komunitas adalah strategi jangka panjang. Bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi sistem untuk bertumbuh.\u201d<\/p>\n<p>Dengan positioning sebagai komunitas profesional, Her Assets Society menargetkan ekspansi lintas kota secara terkurasi dan membangun jaringan womenpreneur yang tidak hanya bertumbuh secara omzet, tetapi juga positioning dan kredibilitas.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/33b453e1-fe3f-4683-9798-27524e1376c4\/4396577f-9e4b-4bce-9be0-db66d9d35946\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia bisnis, bahkan konglomerat membangun group dan holding untuk memperbesar skala, memperkuat sistem, dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":40421,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-40420","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40420","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40420"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40420\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/40421"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40420"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40420"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40420"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}