{"id":37535,"date":"2025-12-30T00:04:35","date_gmt":"2025-12-29T15:04:35","guid":{"rendered":"https:\/\/seadaily.biz\/?p=37535"},"modified":"2025-12-30T00:04:36","modified_gmt":"2025-12-29T15:04:36","slug":"menjahit-sejarah-dua-bangsa-lewat-tekstil-dalam-waves-across-the-oceans","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seadaily.biz\/?p=37535","title":{"rendered":"Menjahit Sejarah Dua Bangsa lewat Tekstil dalam \u201cWaves Across the Oceans\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p>Hubungan panjang Indonesia dan India yang terjalin lewat jalur perdagangan maritim kembali disorot dalam diskusi buku <em>Heritage Threads: A Tapestry of Indian and Indonesian Textiles<\/em>&nbsp;bertajuk \u201cWaves Across the Oceans\u201d, yang digelar oleh JNICC bersama TORAJAMELO di Auditorium Wayang, Kedutaan Besar India Jakarta, Jakarta, Selasa (23\/12\/2025). Acara ini menjadi peluncuran ketiga buku tersebut setelah New Delhi dan Bali, sekaligus menandai Jakarta sebagai ruang penting perayaan dialog budaya lintas samudra.<\/p>\n\n\n\n<p>Buku ini memotret tekstil sebagai medium yang melampaui fungsi estetika. Kain-kain India dan Indonesia dibaca sebagai arsip hidup yang merekam sejarah perjumpaan, pertukaran, dan adaptasi budaya selama berabad-abad. Sejak masa angin muson, kain dari India telah berlayar ke kepulauan Nusantara, lalu diolah kembali oleh komunitas lokal menjadi bagian dari ritual adat, simbol status, hingga identitas kultural.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Keindahan yang Melampaui Batas Negara<\/h3>\n\n\n\n<p>Desainer mode Auguste Soesastro, yang hadir sebagai&nbsp;<em>guest of honor<\/em>, membuka refleksi personal tentang keterhubungan dua budaya tersebut. \u201cSaya selalu terpesona melihat bagaimana batik Indonesia bisa berdampingan dengan tekstil dari&nbsp;<em>Coromandel Coast<\/em>. Itu membuka mata saya bahwa kita sebenarnya sangat terhubung dan bahwa keindahan tidak mengenal batas negara,\u201d ujarnya. Ia juga menekankan bahwa negara-bangsa hanyalah konstruksi modern, sementara seni dan budaya telah lama menyatukan manusia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Benang yang Mengikat India dan Indonesia<\/h3>\n\n\n\n<p>Diskusi dipandu oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, yang menegaskan bahwa tekstil adalah medium persatuan. \u201cDi luar konstruksi negara-bangsa, ada begitu banyak budaya yang menyatukan kita. Benang, kain, dan busana justru menjadi sesuatu yang mengikat kita bersama,\u201d kata Chakravorty. Menurutnya, buku ini berhasil menyampaikan pesan bahwa hubungan India dan Indonesia telah terjalin jauh sebelum kolonialisme membentuk batas-batas politik.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai penulis buku, Bhimanto Suwastoyo menjelaskan bahwa&nbsp;<em>Heritage Threads<\/em>&nbsp;tidak dimaksudkan sebagai kajian akademik yang berat. \u201cKami tidak mencoba membuat buku yang terlalu ilmiah. Ini adalah pengantar, sebuah ajakan untuk memahami mengapa Indonesia dan India begitu terhubung melalui tekstil,\u201d ujarnya. Ia menyebut buku ini sebagai pemantik rasa ingin tahu agar pembaca terdorong menggali lebih dalam kekayaan tekstil tradisional kedua negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sisi editorial, Dini Yusuf, pendiri TORAJAMELO, membagikan kisah di balik layar penyusunan buku yang penuh tantangan. \u201cBanyak tekstil India yang masih digunakan dalam upacara adat di Toraja. Kain-kain itu bukan sekadar koleksi, tapi pusaka keluarga yang sangat dijaga,\u201d tuturnya. Ia menekankan bahwa kain dagang dari India tidak berhenti sebagai artefak masa lalu, melainkan terus hidup dan bermakna dalam konteks budaya Indonesia hingga hari ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Pandangan kuratorial turut disampaikan oleh Ratna Panggabean, peneliti dan pakar tekstil Indonesia. Menurutnya, kemiripan teknik bukan berarti keseragaman. \u201cTekniknya bisa sama, tapi lingkungan, budaya, dan cara masyarakat memaknai kain membuat hasilnya selalu berbeda. Setiap kain punya karakter sendiri,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Merawat Warisan, Membaca Masa Depan<\/h3>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Aparna Saxena, CEO TORAJAMELO sekaligus&nbsp;<em>co-editor&nbsp;<\/em>buku, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara di era pascakolonial. \u201cSaya orang India yang jatuh cinta pada Indonesia, dan Dini adalah orang Indonesia yang sangat mencintai India. Menghubungkan dua negara ini lewat tekstil adalah mimpi bersama kami,\u201d ungkap Aparna. Ia juga menekankan urgensi menghidupkan kembali teknik pewarnaan alami dan produksi tekstil ramah lingkungan sebagai warisan bersama.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui&nbsp;<em>Heritage Threads<\/em>, buku ini tidak hanya mendokumentasikan kain-kain bersejarah, tetapi juga mengangkat kisah manusia di baliknya.&nbsp;<em>Waves Across the Oceans<\/em>&nbsp;pun menjadi lebih dari sekadar diskusi buku. Ia menjelma ruang refleksi tentang bagaimana tekstil dapat menjadi jembatan diplomasi budaya, sekaligus pengingat bahwa jauh sebelum batas negara ditetapkan, benang-benang budaya telah lebih dulu menyatukan India dan Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Press Release ini juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/531ba802-a566-11ef-81fd-0a58a9feac02\/889704a0-0a98-4ab7-b3e5-a454dacf596c\">VRITIMES.<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hubungan panjang Indonesia dan India yang terjalin lewat jalur perdagangan maritim kembali disorot dalam diskusi&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":37532,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-37535","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37535","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=37535"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37535\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37536,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/37535\/revisions\/37536"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/37532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=37535"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=37535"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=37535"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}