{"id":36585,"date":"2025-12-08T12:27:08","date_gmt":"2025-12-08T03:27:08","guid":{"rendered":"https:\/\/seadaily.biz\/?p=36585"},"modified":"2025-12-08T12:27:08","modified_gmt":"2025-12-08T03:27:08","slug":"tangani-bencana-aceh-kementerian-pu-fokus-pulihkan-konektivitas-jalan-dan-jembatan-nasional-progres-mencapai-4834-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seadaily.biz\/?p=36585","title":{"rendered":"Tangani Bencana Aceh, Kementerian PU Fokus Pulihkan Konektivitas Jalan dan Jembatan Nasional, Progres Mencapai 48,34 Persen"},"content":{"rendered":"<p><!DOCTYPE html><br \/>\n<html><\/p>\n<div>\n<p>Jakarta, 8 Desember 2025 &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak melakukan penanganan darurat infrastruktur pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh. Fokus penanganan antara lain pada pemulihan konektivitas jalan dan jembatan nasional yang terputus, guna memastikan distribusi logistik dan aktivitas warga dapat segera kembali normal.<\/p>\n<p>Menteri PU,<br \/>\nDody Hanggodo, menegaskan bahwa seluruh personel teknis di Aceh dalam kondisi<br \/>\nsiaga penuh. Mereka bekerja siang dan malam untuk memulihkan akses warga yang<br \/>\nterisolasi akibat bencana.<\/p>\n<p>&ldquo;Kami<br \/>\nmemastikan pemulihan akses utama di Aceh menjadi prioritas. Tim di lapangan<br \/>\nbergerak maksimal, termasuk pemasangan jembatan <i>bailey<\/i> dan pembersihan material longsoran,&rdquo; ujar Menteri Dody.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/4d678abf-75ca-4b86-b471-e6fa2716a06c\/public\" alt=\"Image\"><\/p>\n<p>Berdasarkan<br \/>\ndata di lapangan, tercatat sebanyak 477 titik infrastruktur terdampak bencana.<br \/>\nKerusakan didominasi oleh banjir pada tanggul kritis sebanyak 143 titik,<br \/>\nlongsor di 46 titik, serta banjir akibat tanggul jebol di 36 titik. Kerusakan<br \/>\ninfrastruktur konektivitas juga teridentifikasi pada 30 ruas jalan nasional dan<br \/>\n15 jembatan nasional.<\/p>\n<p>Kerja keras tim<br \/>\ndi lapangan mulai membuahkan hasil. Balai dan Unit Pelaksana Teknis Kementerian<br \/>\nPU telah melakukan penanganan darurat dengan progres saat ini mencapai&nbsp;48,34%. Sejumlah akses vital kini telah dapat dilalui kembali oleh<br \/>\nkendaraan, antara lain jalur Banda Aceh&ndash;Meureudu, Lhokseumawe&ndash;Langsa, serta<br \/>\nruas Kuala Simpang hingga Perbatasan Sumatera Utara. Kendati demikian,<br \/>\nKementerian PU menargetkan pemulihan bertahap untuk jalur yang masih terputus<br \/>\ndapat tuntas hingga pertengahan Desember 2025.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/8e8c623f-3bcc-4fa7-8b2f-9307122e33b3\/public\" alt=\"Image\"><\/p>\n<p><b>Percepatan<br \/>\nPemasangan Jembatan Bailey<\/b><\/p>\n<p>Guna mengatasi<br \/>\nruas jalan yang putus, Kementerian PU mempercepat mobilisasi dan pemasangan<br \/>\njembatan rangka baja (<i>bailey<\/i>) di sejumlah lokasi, antara lain: Teupin<br \/>\nMane, Alue Kulus, Enang-enang, Weihni Rongka, hingga Timang Gajah. Sebagian<br \/>\nmaterial jembatan telah tersedia di lokasi, sementara sisanya sedang dalam<br \/>\nperjalanan menuju Aceh.<\/p>\n<p>Salah satu<br \/>\ntitik yang menjadi prioritas pengerjaan adalah Jembatan Teupin Mane. Saat ini,<br \/>\nsejumlah alat berat seperti&nbsp;<i>excavator<\/i>,&nbsp;<i>dozer<\/i>, dan&nbsp;<i>dump truck<\/i>&nbsp;tengah beroperasi untuk melakukan<br \/>\npenimbunan oprit batu&nbsp;<i>boulder<\/i>,<br \/>\npembuatan&nbsp;<i>cofferdam<\/i>&nbsp;pengalihan arus sungai, serta<br \/>\nperakitan struktur&nbsp;<i>bailey<\/i>.<\/p>\n<p>Selain fokus<br \/>\npada jalan dan jembatan, kerusakan pada infrastruktur permukiman dan air minum<br \/>\njuga menjadi perhatian serius. Sebanyak 20 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)<br \/>\ndi 10 kabupaten\/kota dilaporkan terdampak, termasuk satu Instalasi Pengolahan<br \/>\nAir (IPA) di Kota Langsa. Fasilitas sanitasi berbasis masyarakat, seperti<br \/>\nSanimas, TPS3R, dan fasilitas PISEW, juga mengalami kerusakan cukup luas.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/c5b615d6-26bf-4489-b0ca-59845512a312\/public\" alt=\"Image\"><\/p>\n<p>Untuk mendukung<br \/>\npercepatan penanganan di seluruh sektor tersebut, Kementerian PU mengerahkan<br \/>\nalat berat dan logistik darurat secara masif. Sebanyak 41unit&nbsp;<i>excavator<\/i>&nbsp;dan 25unit&nbsp;<i>dump truck<\/i>&nbsp;telah diterjunkan. Selain itu, bantuan<br \/>\ndasar berupa tenda dan perlengkapan sanitasi juga disalurkan bagi warga<br \/>\nterdampak yang masih berada di pengungsian.<\/p>\n<p>Menteri Dody<br \/>\nmemastikan bahwa penanganan akan dilakukan secara berkelanjutan hingga seluruh<br \/>\nfungsi pelayanan publik pulih sepenuhnya. Kementerian PU juga terus<br \/>\nberkoordinasi erat dengan Pemerintah Daerah dan Badan Nasional Penanggulangan<br \/>\nBencana (BNPB) mulai dari tahap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi<br \/>\nnanti.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/bf1c2fee-da2d-42b7-92b5-b907cd66dbcb\/public\" alt=\"Image\"><\/p>\n<p>&ldquo;Kami tidak<br \/>\nhanya memulihkan konektivitas, tetapi juga layanan dasar seperti air bersih dan<br \/>\nfasilitas permukiman. Masyarakat Aceh harus segera kembali pada aktivitas yang<br \/>\naman dan produktif,&rdquo; pungkas Menteri Dody.<\/p>\n<p>Program kerja<br \/>\nini merupakan bagian dari &ldquo;Setahun Bekerja, Bergerak &#8211; Berdampak&rdquo; dalam<br \/>\nmenjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n<\/div>\n<p><\/html><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 8 Desember 2025 &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bergerak melakukan penanganan darurat infrastruktur&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-36585","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36585","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=36585"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/36585\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=36585"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=36585"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=36585"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}