{"id":30475,"date":"2025-09-28T00:23:11","date_gmt":"2025-09-27T15:23:11","guid":{"rendered":"https:\/\/seadaily.biz\/?p=30475"},"modified":"2025-09-28T00:48:43","modified_gmt":"2025-09-27T15:48:43","slug":"kementerian-pu-targetkan-pembangunan-jaringan-irigasi-bendungan-pidekso-selesai-desember-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seadaily.biz\/?p=30475","title":{"rendered":"Kementerian PU Targetkan Pembangunan Jaringan Irigasi Bendungan Pidekso Selesai Desember 2025"},"content":{"rendered":"<p>Wonogiri, 26 September 2025 &#8211; Kabar baik bagi para petani di Kabupaten Wonogiri. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo tengah mengebut penyelesaian pembangunan jaringan irigasi primer untuk Daerah Irigasi (DI) Pidekso. Proyek strategis ini ditargetkan rampung pada Desember 2025 untuk segera mengoptimalkan manfaat Bendungan Pidekso bagi ketahanan pangan nasional.<\/p>\n<p>Pembangunan jaringan irigasi ini merupakan tindak lanjut langsung<br \/>\natas arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan setiap bendungan yang<br \/>\ntelah dibangun dapat segera memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian.<\/p>\n<p>Menteri PU Dody Hanggodo, saat meninjau langsung progres<br \/>\npembangunan pada Jumat (26\/9\/2025), menegaskan komitmen kementeriannya untuk<br \/>\nmempercepat proyek tersebut. Menurutnya, Bendungan Pidekso adalah salah satu<br \/>\ncontoh infrastruktur yang penyambungan jaringannya menjadi prioritas utama.<\/p>\n<p>\u201cIni salah satu contoh yang dikomentari Bapak Presiden, ada<br \/>\nbendungan tapi jaringan irigasinya belum tersambung ke sawah. Untuk Pidekso,<br \/>\nkami targetkan pembangunan jaringan primer kanan dan kiri sepanjang total 12 km<br \/>\ndapat selesai pada Desember 2025,\u201d ujar Menteri Dody.<\/p>\n<p>Dengan target tersebut, Menteri Dody melanjutkan, air dari<br \/>\nbendungan yang memiliki kapasitas tampungan 25 juta meter kubik (m3) itu dapat<br \/>\nsegera mengaliri sawah seluas sekitar 237 hektare secara optimal. \u201cKe depan, kami pastikan tidak ada lagi bendungan yang tidak berfungsi<br \/>\nmengairi lahan pertanian,\u201d tegas Menteri Dody.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/9c591d58-7f89-48f9-c3b6-8381004b8700\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Lebih lanjut, Menteri Dody menekankan bahwa<br \/>\nanggaran untuk pembangunan jaringan irigasi merupakan prioritas yang tidak akan<br \/>\nmengalami efisiensi atau pemotongan. Sebaliknya, Presiden justru menambah<br \/>\nalokasi dana untuk sektor ini demi mencapai dua tujuan utama.<\/p>\n<p>\u201cPresiden justru menambah anggaran untuk<br \/>\nirigasi, karena dua tujuan utama adalah mewujudkan swasembada pangan di tengah<br \/>\nkondisi geopolitik yang penuh tantangan, dan meningkatkan taraf hidup petani,\u201d<br \/>\ntambah Menteri Dody.<\/p>\n<p>Bendungan Pidekso sendiri merupakan bangunan<br \/>\nmultifungsi yang tidak hanya dirancang untuk irigasi. Dengan luas genangan<br \/>\nmencapai 232 hektare, bendungan ini diproyeksikan mampu melayani total lahan<br \/>\nsawah seluas 1.493 hektare. Lahan tersebut terdiri dari 1.295 hektare lahan<br \/>\nfungsional di Kecamatan Giriwoyo dan Baturetno, serta 198 hektare lahan<br \/>\npotensial yang sebelumnya merupakan sawah tadah hujan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/884e6cc2-bfca-40c9-55fd-2bcef8299200\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Selain untuk pertanian, bendungan ini juga<br \/>\nberfungsi sebagai pemasok air baku bagi warga Wonogiri dengan kapasitas 300<br \/>\nliter per detik. Manfaat lainnya adalah kemampuannya mereduksi debit banjir<br \/>\nhingga 11% di wilayah hilir, karena posisinya yang terintegrasi dengan sistem<br \/>\npengelolaan Sungai Bengawan Solo dan terhubung ke Waduk Gajah Mungkur. Potensi<br \/>\nsebagai destinasi wisata baru juga menjadi nilai tambah bagi perekonomian<br \/>\nlokal.<\/p>\n<p>Kepala BBWS Bengawan Solo, Gatut<br \/>\nBanyuadji menjelaskan bahwa pembangunan DI Pidekso<br \/>\ndilakukan secara bertahap. Jaringan ini dirancang untuk menyuplai air hingga ke<br \/>\ndaerah irigasi eksisting di Kecamatan Giriwoyo dan Baturetno yang berjarak<br \/>\nsekitar 30 km dari bendungan.<\/p>\n<p>\u201cSebelum ada Bendungan Pidekso, petani hanya<br \/>\nmengandalkan air hujan atau pompa dari sungai, sehingga rata-rata hanya bisa<br \/>\nmenanam padi sekali setahun. Setelah bendungan terbangun, petani sudah bisa<br \/>\npanen dua kali setahun,\u201d jelas Gatut.<\/p>\n<p>Gatut menambahkan, &#8220;Dengan<br \/>\njaringan irigasi teknis yang sedang kita bangun, produktivitas pertanian akan<br \/>\nsemakin meningkat karena distribusi air bisa menjangkau sawah tadah hujan<br \/>\nsecara lebih merata.&#8221;<\/p>\n<p>Pada Tahun Anggaran 2025, fokus pekerjaan<br \/>\njaringan irigasi Bendungan Pidekso meliputi pembangunan Saluran Primer Kanan<br \/>\nsepanjang 6,9 km (dari total rencana 12,8 km) dan Saluran Primer Kiri sepanjang<br \/>\n5,8 km (dari total rencana 9,3 km). Selain itu, juga dilakukan rehabilitasi<br \/>\nsaluran sekunder di beberapa titik, yakni di Kauman (0,588 km), Bulu (1,809<br \/>\nkm), Sidorejo (2,305 km), Tegalharjo (2,344 km), dan Danan (1,000 km).<\/p>\n<p>Lingkup pekerjaan teknis lainnya meliputi<br \/>\npembangunan talang, bangunan sadap, bangunan corongan, serta perkuatan saluran<br \/>\nuntuk memastikan distribusi air berjalan lancar. Proses pembebasan lahan juga<br \/>\nterus berjalan, dengan sebagian besar bidang tanah telah tervalidasi.<\/p>\n<p>Dengan percepatan ini, jaringan irigasi DI<br \/>\nPidekso diharapkan segera berfungsi penuh untuk mendukung ketahanan pangan dan<br \/>\npeningkatan kesejahteraan petani di Wonogiri.<\/p>\n<p>Program kerja ini merupakan<br \/>\nbagian dari \u201cSetahun Bekerja, Bergerak &#8211; Berdampak\u201d dalam menjalankan ASTA CITA<br \/>\ndari Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wonogiri, 26 September 2025 &#8211; Kabar baik bagi para petani di Kabupaten Wonogiri. Kementerian Pekerjaan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":30477,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-30475","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30475","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=30475"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30475\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30476,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30475\/revisions\/30476"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/30477"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=30475"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=30475"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seadaily.biz\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=30475"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}