Melalui SYNTHESIS 2026, Faculty of Engineering BINUS UNIVERSITY Tunjukkan Karya Mahasiswa yang Berdampak
Jakarta, 9 Januari 2026 — BINUS University, melalui Faculty of Engineering, sukses menyelenggarakan SYNTHESIS: Human, Machine, Meaning, sebuah pameran inovasi mahasiswa serta kegiatan International Talk Show yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Engineering Week 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 Januari 2026 di Lantai 1 BINUS @Kemanggisan, Anggrek Campus ini menegaskan peran strategis Faculty of Engineering dalam menjembatani perkembangan teknologi, kebutuhan industri, dan dampak sosial bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari penguatan jejaring global, BINUS University berkolaborasi dengan Arizona State University (ASU), yang dikenal sebagai Most Innovative University in the United States. Kolaborasi ini tercermin melalui kehadiran pembicara internasional dan diskusi akademik antara BINUS University dan ASU.
Pameran SYNTHESIS 2026 menampilkan lebih dari 40 prototipe multidisipliner, dengan kontribusi signifikan dari mahasiswa-mahasiswa (Computer Engineering, Civil Engineering, Industrial Engineering, BASE) dari Faculty of Engineering BINUS University dalam pengembangan solusi berbasis Internet of Things (IoT), automation systems, human–machine interaction, serta teknologi asistif inklusif. Prototipe-prototipe tersebut dirancang tidak hanya sebagai eksplorasi akademik, tetapi juga sebagai solusi aplikatif yang relevan dengan kebutuhan industri dan tantangan masyarakat saat ini. Kegiatan SYNTHESIS juga mempresentasikan hasil workshop dan proyek EPICS untuk komunitas di Indonesia kerjasama antara BINUS University dan ASU, yang diwakili oleh mahasiswa-mahasiswa (Architecture, Industrial Engineering, Food Technology dan Biotechnology) dari Fakultas Teknik BINUS University.
International Talkshow SYNTHESIS menghadirkan narasumber dari dunia akademik dan industri profesional di antaranya Jared Schoepf selaku Associate Teaching Professor sekaligus Director of EPICS Program dari Arizona State University, serta perwakilan dari Rockwell Automation, Indonesia. Dalam diskusi ini Faculty of Engineering BINUS University menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap isu sosial, keberlanjutan, dan inklusivitas. Berbagai karya yang ditampilkan menunjukkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian, meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas dan lansia, serta menciptakan sistem interaksi cerdas yang berorientasi pada manusia.
Dalam sesi diskusi Jared Schoepf mengapresiasi kualitas karya dan pola pikir mahasiswa BINUS University dan menilai SYNTHESIS merupakan representasi kuat dari pendekatan pendidikan teknik yang modern.
“Proyek-proyek yang ditampilkan menunjukkan bagaimana Faculty of Engineering BINUS University mampu mendorong inovasi yang bermakna. BINUS University berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk menerapkan teknologi maju dalam menjawab tantangan industri,” ujar Jared Schoepf selaku Associate Teaching Professor Arizona State University.
Dari sisi industri, Adi Darmadi selaku President Director Rockwell Automation Indonesia menilai karya mahasiswa BINUS University memiliki potensi aplikatif yang kuat.
“Kami melihat mahasiswa BINUS University memiliki pemahaman yang baik terhadap sistem industri dan teknologi otomasi. Inovasi yang ditampilkan menunjukkan kesiapan talenta muda untuk berkontribusi langsung di dunia industri serta membuka peluang kolaborasi jangka panjang,” ungkap Adi Darmadi selaku President Director Rockwell Automation Indonesia.
Sementara itu, Dr. Ir. Ar. Nina Nurdiani, S.T., M.T., IAI selaku Dekan Faculty of Engineering BINUS University, menegaskan bahwa SYNTHESIS merupakan cerminan visi Fakultas Teknik dalam mengembangkan pendidikan teknik yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja baik secara nasional maupun secara global.
“Melalui SYNTHESIS, Faculty of Engineering BINUS University mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menciptakan teknologi, tetapi juga memahami makna dan dampak dari inovasi tersebut bagi masyarakat. Karya-karya yang ditampilkan menunjukkan kualitas, kreativitas, dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujar Ibu Nina.
Melalui SYNTHESIS 2026, Faculty of Engineering BINUS University menunjukkan bagaimana pembelajaran teknik dapat melahirkan karya nyata yang relevan dengan industri dan bermanfaat bagi masyarakat. Dengan dukungan kolaborasi global dan industri, Faculty of Engineering BINUS University terus mendorong mahasiswa untuk berinovasi, berani bereksperimen, dan menciptakan solusi teknologi yang bermakna dan berdampak bagi masa depan juga peningkatan kualitas hidup manusia.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES